WEEKEND STORY #02 : Tidying Up My Wardrobe (Finally!)

9:00:00 AM

Halo! 

Beberapa bulan terakhir, saya berpikir untuk merapikan dan meminimalisir lemari pakaian saya. Inspirasinya dari Andra Alodita yang melakukan de-cluttering besar-besaran untuk wardrobe-nya dan efek yang didapat setelah de-cluttering


Tujuan saya merapikan lemari sih supaya saya ngga sumpek aja sama tumpukan pakaian. Pakaian banyak, tapi setiap mau pakai baju, saya bingung kaya orang ga punya baju. 
Sempat mau coba Project 333, tapi belum mulai malah udah pusing mikir 33 item yang akan saya pakai 3 bulan saja. Jadi batal lah...


Lalu, saya membaca blog LivingLoving dan Dee Lestari yang membahas Seni Berbenah milik Marie Kondo, atau yang lebih dikenal dengan Konmari Method. Setelah baca-baca post mereka, saya merasa metode ini yang saya butuhkan. Segera saya cari dan beli bukunya. 

Baca disini : Konmari Method Part 1 dan Konmari Method Part 2

Sebenarnya saya baru baca 3 chapter, itupun belum habis. Tapi saya merasa ditohok habis-habisan mengenai seni berbenah barang ini. Rupanya cara yang saya lakukan selama ini belum tepat. 

Marie Kondo menekankan pada ikatan emosional terhadap suatu barang. Prinsipnya, apabila barang tersebut tidak membawa kebahagiaan, buang. Sebelum dibuang, ucapkan terima kasih pada barang tersebut atas jasanya pada dirimu. Marie Kondo juga mengajarkan tahap-tahap berbenah yang sebaiknya dilakukan, sampai pada cara penyimpanan setelah melakukan "pembuangan" barang-barang. 


Akhirnya, hari Minggu kemarin, saya praktekan Konmari Method. Pada kesempatan kali ini target utama saya Pakaian, sesuai dengan urutan pertama yang disarankan oleh Marie Kondo. 

Apabila saya merasa tidak suka, atau tidak ingin melihat pakaian itu lagi di waktu yang akan datang, atau tidak ada rasa apa-apa setelah melihatnya, langsung saya singkirkan. 
Baju-baju yang dibeli dari hasil impulsif, yang saya beli lewat online shop tapi mengecewakan, yang ukurannya terlalu besar, yang turunan dari orang tua, saya singkirkan.
Pilih pakaian yang benar-benar memberikan kebahagiaan untuk kamu, bahkan saat memegangnya.

Hasilnya, setumpuk pakaian siap dijual/disumbangkan. 

Efeknya memang belum terasa, karena baru kemarin saya lakukan, tapi yang langsung berasa adalah kerapian lemari gantung dan lemari pakaian saya. Terlihat lebih kosong, lebih nyaman, dan tidak dipenuhi oleh barang-barang yang saya tidak suka.

Bagi kamu yang juga ingin berbenah dengan barang-barang kamu, baik pakaian, buku, koleksi, aksesoris, dan lainnya, dan ingin membaca buku ini, bisa membeli buku ini sebagai referensi.

Apakah kamu pernah mencoba Konmari Method ini? Atau apakah kamu tertarik untuk mencoba metode ini?

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

FIND MY PINTEREST

INSTAGRAM POSTS

Subscribe