Being in the perfect time is a matter of your point of view. When it's meant to be it will happen. Maybe our relationship just in the perfect pace for us. For us means, maybe it's too slow for me but maybe too fast for him, or maybe the opposite. And the most important thing is we walk together.
Jeonju? Mungkin beberapa di antara kita agak asing ya. Yang kita tau dari Korea Selatan mungkin hanya sebatas Seoul, Busan, Jeju... Saya tau Jeonju juga dari leaflet Goblin Filming Location yang saya dapat dari Korea Travel Fair beberapa waktu yang lalu.
Kalau baca perjalanan Busan saya, kalian pasti tau kalau saya juga ke Jeonju menggunakan jasa Korail. Jadi sebenarnya pergi ke Jeonju ini memanfaatkan fasilitas Korail Pass yang saya beli. Karena ada jatah dua hari satu saya pakai ke Busan, saya pakai satu lagi saya pakai ke Jeonju.
Kalau boleh saya ilustrasikan perjalanan ke Busan tanpa Korail Pass kurang lebih ₩100.000 (pulang pergi), sedangkan apabila membeli Korail Pass 2 day select pass saya membayar ₩111.000 untuk 2 tujuan. Setelah saya cek ke Jeonju tanpa Korail Pass kurang lebih ₩70.000 (pulang pergi). Jadi hemat banget kan pakai Korail Pass.
Untuk informasi Korail Pass bisa dibaca di cerita Busan saya ya.
JEONJU
This morning, I open my social tab e-mail and found someone comment on this post. And it hit me, I've been leaving my blog for too long! It used to be my therapy, I choose to write to clear my mind (but I am lazy ass). So, I thought it would be great to come back here.
So, talking about the post. Relationship Goals. I'm in a relationship now! After 5 years of being single, yeah, I know, it is a longgg time. But I'm happy being single and enjoyed my me-time. And now, being in a relationship I am happy as well!
Read more: PERSONAL #02 : WHAT IS YOUR RELATIONSHIP GOALS?
Back then, I said my relationship goals is about the quality of the relationship itself, instead of showing off. It's about understanding, loving, caring, discussion, problems, are the things you need to learn from each other.
Do you know what hit me the most? It's easy to say when you're not in a relationship! Yeah I know, when you're into it, it takes a LOTTT of work, ladies and gentleman. You need to work on your insecurities, idealism, habits, priorities, and a LOTTT of understanding that you two has different personalities and to adjust each other every single day.
From texting phase, to hang out, start to attached, and relationship phase. Being in a commitment. It has different emotion (and personalities) involved. Oh, there's a lot to do. I'm not complaining, I just realized it took a lot of work. That being said, love is about working on each other. Real love is a hard work.
Read more: Why Real Love is Hard Work
It's hard for me too, maybe since I used to be alone. And with my friend we are not communicating every day, so it's very different with a romantic relationship. I said hard is because I still need a lot of adjustment. You must have some expectation on your next relationship, such as texting each other, being very romantic (surprises, flowers, eating out), or anything else. While your partner is not meeting your expectation - in that way. Of course personality play a different role.
Let's say I'm such a text person - so automatically you expect your partner will do that too. Share a lot of random texts or just checking on each other. But he's not. And being texting each other every single time (seconds, minutes, hours) is not equal with love. When I said this, I said to myself as well. :D So, understanding each other pattern is required. And yes, your text or call is my favorite notification.
Next, insecurities. This is very hard, I feel sorry on him every time it hits me. I thought my past relationship trauma is healed, but it come back again. The existence of third party (exes or other man/woman) is inevitable. Therefore, I need a lot of reassurance from him. So, if your partner has this too, you know what you should do. Reassure him/her a lot every time the insecurities hit. Do not angry on him/her insecurities, ever.
Priorities. Man and woman has different priorities. Woman more on the emotional side, getting attached, spending time together, building emotional connection. While man more focus on his responsibility working for the (future) family. Understanding each other priorities would help on the relationship and complete each other well.
Read more: A man’s priorities: Purpose first. Then his woman. Then the children.
So, back to the relationship goals, do I still have the same goals? YES. That's a lifetime process and works. You won't be in the same place, every day has their own problem for you two to solved. It remind me to Magic Relationship Ratio. You can tell I read a lot of relationship article.
Read more: The Psychology of the Magic Relationship Ratio
Ah, reading a lot of relationship article will help, but you need to know they write that after a long time of learning. You can't change your relationship in a short time.
Stop comparing your relationship with others. You have different style of relationship and you should work on each other. Every couple has different love language you need to embrace on each other too.
Read more: 5 Love Language
It's getting too long, for a woman who just start her relationship. But, I wrote this as my reminder too! I can learn a lot of myself while writing this post. :D So, my next post should be about our relationship? ;)
Kembali keperadaban! Maafkan saya menghilang terlalu lama :(
Sejak trisemester akhir 2018, saya dirundung masalah jerawat yang ga kelar-kelar. Hilang satu, muncul satu-dua, belum sembuh satu muncul lagi. Berujung saya bolak-balik suntik jerawat, dari yang cuma satu dua titik sampai satu muka. Super sedihh! Karena saya tuh paling jarang jerawatan, paling parah ya kalo mau menstruasi aja itu juga satu-dua. Ini tuh dari jerawat yang ada isi sampe jerawat yang di dalam doang, yang ga dipegang aja udah cenut-cenut.
Saking pasrahnya, saya bilang "gapapa deh, jerawat yg keluar matanya itu, dari pada yang di dalem, sakit" - paling tidak bisa saya kasi acne pacth supaya isinya keluar, dari pada di dalam tapi ga bisa saya apa-apakan.
Dan akhirnya, hari ini, saya merasa jauh lebih baik. Meski masih tersisa bekas-bekas jerawat. Masih muncul tapi paling ga sudah tidak ada lagi jerawat yang di dalam dan sakit itu. Hampir semua usaha saya coba (oke, ini agak lebay), dari suntik jerawat, obat jerawat, perawatan kulit ini itu, ke dokter kulit, dan berakhir ke jamu.
Buat yang lagi mengalami masalah yang sama, tenang, semua akan berlalu! Aku bagikan beberapa cerita dan tips untuk perjalanan jerawat aku yah.
Ini adalah solusi yang paling gampang menurut saya dan paling cepat, 2-3 hari merah-merah, trus selesai. Prosesnya memang agak sakit, jerawat bukan hanya disuntik tapi juga diekstraksi biar keluar. Biasanya setelah suntik jerawat akan dioles obat luka. Atau kalau saya suka saya kasi acne patch, biar sisa "isi" jerawat yang masih ada bisa terserap. Tapi yah kalo tiap bulan juga heran kan masa dapet jerawat yg parah terus :(
Sejak trisemester akhir 2018, saya dirundung masalah jerawat yang ga kelar-kelar. Hilang satu, muncul satu-dua, belum sembuh satu muncul lagi. Berujung saya bolak-balik suntik jerawat, dari yang cuma satu dua titik sampai satu muka. Super sedihh! Karena saya tuh paling jarang jerawatan, paling parah ya kalo mau menstruasi aja itu juga satu-dua. Ini tuh dari jerawat yang ada isi sampe jerawat yang di dalam doang, yang ga dipegang aja udah cenut-cenut.
Saking pasrahnya, saya bilang "gapapa deh, jerawat yg keluar matanya itu, dari pada yang di dalem, sakit" - paling tidak bisa saya kasi acne pacth supaya isinya keluar, dari pada di dalam tapi ga bisa saya apa-apakan.
Dan akhirnya, hari ini, saya merasa jauh lebih baik. Meski masih tersisa bekas-bekas jerawat. Masih muncul tapi paling ga sudah tidak ada lagi jerawat yang di dalam dan sakit itu. Hampir semua usaha saya coba (oke, ini agak lebay), dari suntik jerawat, obat jerawat, perawatan kulit ini itu, ke dokter kulit, dan berakhir ke jamu.
Buat yang lagi mengalami masalah yang sama, tenang, semua akan berlalu! Aku bagikan beberapa cerita dan tips untuk perjalanan jerawat aku yah.
Suntik Jerawat
Ini adalah solusi yang paling gampang menurut saya dan paling cepat, 2-3 hari merah-merah, trus selesai. Prosesnya memang agak sakit, jerawat bukan hanya disuntik tapi juga diekstraksi biar keluar. Biasanya setelah suntik jerawat akan dioles obat luka. Atau kalau saya suka saya kasi acne patch, biar sisa "isi" jerawat yang masih ada bisa terserap. Tapi yah kalo tiap bulan juga heran kan masa dapet jerawat yg parah terus :(
Buat yang di Surabaya, klinik kecantikan langganan saya ini bisa dibilang paling ramah kantong. Kasus saya jerawatnya ringan sekali suntik mulai Rp 60.000,- (sudah termasuk semua jerawat yang ditemukan dokternya). Saya rekomendasi suntik jerawat dengan Dokter Andriana ya. Lebih lengkapnya, silahkan tanya-tanya langsung :)
Dokter Kulit
Waktu itu saya udah hampir menyerah, segala obat dan perawatan kulit yang biasanya ampuh mendadak tidak ada yang mempan. Akhirnya saya ke dokter kulit. Di sini, saya tidak akan buka kartu di dokter mana, bukan yang di atas, cuma akan saya bagi tips dan info yang saya dapat dari dokter tersebut.
- Menurut yang bersangkutan, kulit saya mengalami radang. Jadi ada satu dua faktor yang memicu jerawat-jerawat ini muncul, bisa karena makanan, skin care, make up. Dan proses penyembuhan radang di kulit bukan seperti mengobati radang tenggorokan yang 1-2 minggu selesai, tapi bisa 2-3 bulan. Selama masa perawatan, masih ada jerawat yang akan muncul tetapi akan lebih cepat hilang.
- Dokter tersebut menyuruh saya untuk stop Aloe Vera dan Sunblock di area yang berjerawat. Katanya mereka yang memicu jerawat. Bayangkan, berhenti sunblock! Saya udah ketir-ketir, cuma ya saya turuti saja. Sunblock dipakai di area yang rawan terjadi flek.
- Pola makan. Tidak boleh (banyak-banyak) makan ayam, babi, kacang, coklat, lemak-lemak. Banyak makan buah, seperti pepaya.
- Dari dokter ini saya dapat sabun cuci muka, toner, obat jerawat, bedak anti jerawat, dan sunblock anti jerawat (yang hanya dipakai di area tertentu). Pada perawatan selanjutnya saya menerima perawatan laser, dan beberapa tambahan "obat", seperti vitamin c (untuk flek).
- Cara mencuci muka. Pada awal perawatan saya disuruh cuci muka 3-4x sehari. APAA? Padahal katanya ga boleh sering-sering cuci muka, tapi baiklah saya turuti. Cara cuci muka: setelah dioles sabun, wajah diseka dulu dengan kapas (Anda akan terkejut betapa kotornya kapas meski sudah cuci muka 3-4x sehari), setelah itu bilas dengan air. Saya masih menerapkan tips ini meski tidak cuci muka 3-4x sehari. Cara ini berguna untuk mengikis kulit mati. Katanya kulit saya ngga sehat jadi dia ga bisa bunuh jerawat itu, jadi harus cepat regenerasi ke kulit yang sehat.
Setelah menjalani selama 3-4 bulan, saya merasa hasilnya kurang memuaskan. Plus, tiap ke dokter ini saya harus suntik jerawat, yang suntiknya ini lebih sakit dari biasanya. Percayalah, mending waxing daripada suntik jerawat, hiks.
Akhirnya saya nanya ke temen saya yang dokter + coba konsultasi via HaloDoc. Jujur saya minta obat sama temen saya, karena dia sukses ngobatin temennya yang jerawatan juga. Saya juga merasa lebih sreg kalo ada obat yang masuk ke tubuh dari pada cuma dari luar doang. Dari HaloDoc, saya diberi salep Benzoyl plus minum suplemen yang mengandung ZINC. Hasilnya, sekarang sudah jauh lebih baik. Intensitas jerawat sudah berkurang dan saya udah bisa ngobatin jerawat sendiri. YAY!
Obat Jerawat (spot treatment, acne serum, etc.)
Dalam perjalanan saya ada beberapa obat jerawat, di luar obat dokter, yang saya gunakan antara lain:
Tisha AC7
Buat pengikut @kores.beauty, acne spot treament ini pasti sudah tidak asing. Tisha AC7 mengandung micro needle yang bisa masuk ke lapisan kulit dan membantu membunuh jerawat. Karena harganya yang *ehem* agak mahal, saya beli yang versi sachet dan dipakai saat ada calon jerawat/jerawat. Kalau punya jerawat yang di dalam, dia bisa bantu meredakan bahkan memunculkan isi jerawat itu, tapi memang tidak bisa cepat. Saya merasa saya butuh waktu lebih dibandingkan yang memberikan testimonial 1-2 hari jerawat kempes.
Silahkan cek:
https://shopee.co.id/koresbeauty
https://www.tokopedia.com/koresbeauty
Olive & Young Acne Patch.
Ini adalah best buy saya di trip Korea lalu. Begitu teman saya pergi ke Korea, langsung saya titipin agak banyak. Nanti kalau Mama saya ke Korea, saya juga bakal titip lagi! Sebagus itu sih! Jadi dia tuh agak gembung di bagian tengah, tapi nanti di bagian pinggir dia bakal nempel banget sama kulit. Daya serapnya juga oke. Harganya memang lebih mahal dari COSRX, cuma memang isi lebih banyak. Dan lebih kepake buat saya.
Harga sekitar 5.000Won = Rp 65.000 (dengan kurs Rp 13) isinya 48 patch
Tisha AC7
Buat pengikut @kores.beauty, acne spot treament ini pasti sudah tidak asing. Tisha AC7 mengandung micro needle yang bisa masuk ke lapisan kulit dan membantu membunuh jerawat. Karena harganya yang *ehem* agak mahal, saya beli yang versi sachet dan dipakai saat ada calon jerawat/jerawat. Kalau punya jerawat yang di dalam, dia bisa bantu meredakan bahkan memunculkan isi jerawat itu, tapi memang tidak bisa cepat. Saya merasa saya butuh waktu lebih dibandingkan yang memberikan testimonial 1-2 hari jerawat kempes.Silahkan cek:
https://shopee.co.id/koresbeauty
https://www.tokopedia.com/koresbeauty
Harga sekitar 5.000Won = Rp 65.000 (dengan kurs Rp 13) isinya 48 patch
Jamu dan Vitamin
Sebenernya, ini ga murni jamu, cuma saya minum jamu yang sudah jadi kapsul. Namanya KAPSIDA. Entah sugesti atau apa, sejak minum ini lumayan ngaruh. Jerawat berkurang, lebih cepat kering dan matang. Saya udah abis 3 botol dan masih mempertimbangkan untuk lanjut.
Saya juga minum Blackmores Multivitamins + Minerals (yang mengandung zinc) dan Fish Oil. Nah saya juga lagi nitip teman saya Fish Oil yang anti-inflammatory semoga sih bakal ngaruh.
Pelan-pelan saya kembali ke skin care routine yang dulu. The Ordinary Niacinamide & Zinc, lalu lanjut dengan Nature Republic Aloe Vera yang saya campur dengan Tamanu Oil. Tiga produk ini cukup membantu juga untuk memudarkan bekas jerawat. Ohya, saya juga udah mulai pakai sunblock lagi di seluruh wajah. Jujur pas kembali pakai ini saya pun bertahap, juga was-was kalau-kalau jerawat muncul lagi. Cuma saya juga lebih pasrah deh, gapapa jerawat asal ga parah, gitu aja cukup.
Kalau ada jerawat saya bisa pakai Tisha AC7, kombinasi Aloe Vera-Tamanu Oil juga membantu meredakan kemerahan, plus pakai acne patch biar isinya keluar.
Kondisi terkini saya udah bisa dibilang gak berjerawat lagi, paling muncul yg putih-putih isi komedo. Terakhir saya sempat suntik jerawat, syukurlah ga ada muncul lagi. Yang paling membantu adalah basic skin care: cleansing, hydrating, moisturizing, and protection. Saya masih dalam program ngabisin produk perawatan wajah saya. Jadi belum ada produk baru yang bisa saya review dulu.
Kondisi terkini saya udah bisa dibilang gak berjerawat lagi, paling muncul yg putih-putih isi komedo. Terakhir saya sempat suntik jerawat, syukurlah ga ada muncul lagi. Yang paling membantu adalah basic skin care: cleansing, hydrating, moisturizing, and protection. Saya masih dalam program ngabisin produk perawatan wajah saya. Jadi belum ada produk baru yang bisa saya review dulu.
Semoga yah, masalah kulit ini cepat berlalu! Biar ga was-was lagi mau coba-coba skin care lain. Udah gatel pengen coba baru, cuma apa daya, saya bakal abisin dulu dan kosongin botol sebelum lanjut ke skin care lainnya.
Semoga tulisan kali ini membantu yah!
Salah satu tujuan ke Korea Selatan adalah ke BUSAN! Alasan pertama karena kota kelahiran idola, tjieee.. Alasan kedua ya karena Busan adalah kota metropolitan terbesar kedua setelah Seoul. Jadi seperti Jakarta dan Surabaya gitu.
Pergi ke Busan bisa beberapa cara, bisa menggunakan bis, kereta, atau pesawat. Kami memilih untuk menggunakan kereta pada perjalanan kali ini. Setelah kami memutuskan pergi menggunakan kereta biar bisa merasakan KTX, maka langkah selanjutnya adalah membeli tiket kereta api. Tiket kereta api bisa dibeli langsung hari H keberangkatan, atau beberapa hari sebelumnya saat kamu sudah di Seoul, tapi mengingat adanya keterbatasan tempat duduk, saya dan teman saya memilih untuk beli tiket Korail Pass dan reservasi tempat duduk H-9 keberangkatan.
Read more: 10 Hari di Korea Selatan
KORAIL PASS
Korail Pass adalah tiket kereta api khusus warga negara asing untuk menikmati kereta KORAIL dengan harga yang ekonomis. Silahkan buka web Korail Pass di sini untuk informasi yang lebih lengkap. Web Korail Pass tersedia dalam bahasa Inggris dan menurut saya sudah cukup jelas.
Masa aktif Korail Pass adalah 10 hari sejak tanggal perjalanan pertama. Tanggal perjalanan pertama ini akan ditanyakan saat pembelian Korail Pass. Apabila tanggal perjalanan pertama 7 Oktober 2018, maka Korail Pass berlaku sampai 16 Oktober 2018.
Ada dua tipe tiket yang bisa dibeli:
- 2/4 day select pass: Korail Pass bisa digunakan hanya 2 atau 4 hari sebelum masa berlaku selesai.
- 3/5 day consecutive pass: Korail Pass bisa digunakan 3/5 hari berturut-urut sebelum masa berlaku selesai.
Saya membeli 2 day select pass untuk 2 orang dengan tipe penumpang SAVER (apabila kamu bepergian dengan dengan 2-5 orang dalam satu kelompok dengan jadwal perjalanan yang sama, silahkan pilih SAVER). Ohya, pembelian hanya bisa menggunakan kartu kredit. Kalau kalian beli di Korail Travel Center, kalian juga memerlukan kartu kredit saat transaksi.
![]() |
| Tampilan KORAIL PASS yang telah dibeli |
Setelah selesai membeli Korail Pass jangan lupa untuk mencetak tiket. Tiket ini digunakan untuk cek penumpang, jangan lupa bawa paspor juga saat menaiki kereta.
Setelah membeli Korail Pass, kalian juga bisa memesan tempat duduk. Karena kalau tempat duduk habis, kalian bisa naik tetapi berdiri selama perjalanan. Ngga mau kan berdiri 2 jam perjalanan. Kalian bisa pilih jam berangkat dan pulang melalui pilihan pemesanan tempat duduk. Tempat duduk akan dipilihkan oleh Korail. Jangan lupa untuk mencetak tiket pemesanan tempat duduk.
Pada tampilan di atas date of travel 1 8 Oktober 2018 untuk perjalanan ke Busan dan 10 Oktober 2018 untuk perjalanan ke Jeonju. Sehingga saya sudah menggunakan fasilitas 2 day select pass.
PERJALANAN
Naik kereta api merupakan pilihan yang cukup praktis, ngga perlu datang 1-2 jam sebelum seperti naik pesawat, meski waktu perjalanan agak lebih panjang.
Kami memilih jadwal keberangkatan 06.35 (Seoul) - 09.16 (Busan) dan 19.15 (Busan) - 21.58 (Seoul). Perhatikan nomor kereta, nomor gerbong, dan nomor tempat duduk. Informasi ini bisa kita lihat di reservasi tempat duduk, nanti pas tunggu kereta langsung berdiri di depan nomor gerbong.
Cukup datang 30 menit lebih awal dari jadwal kereta. Ohya, jangan khawatir kelaparan pagi-pagi karena ada pilihan makanan dan minimarket yang sudah buka, atau bisa bawa bekal dari rumah, dan bisa dimakan di dalam kereta selama perjalanan. Kereta datang 10 menit sebelum jadwal keberangkatan.
BUSAN
Sampai di Busan kami menuju destinasi terjauh, Haeundae Beach. Pantai ini terletak 45 menit dari Busan Station. Haeundae Beach ini pantai yang panjang, kalau di Indonesia kaya Pantai Kuta, cuma bersih! Saat kami datang sih karena bukan musim panas, ngga ada sih yang berjemur. Cuma beberapa keluarga mengajak anaknya main-main di pantai. Setelah melihat-lihat dan keterbatasan waktu, kami sempatkan sarapan dulu dan kembali lagi ke Busan. Ohya, ini rekomendasi tempat makan yang bisa dicoba. Gukbap, diambil dari kata guk = sup dan bap = nasi, pada dasarnya adalah nasi dan sup, cuma isinya bisa macam-macam. Kalau yang ini daging babi isinya.
Dari Haeundae Beach, kami langsung lanjut ke Gamcheon Culture Village. Gamcheon Culture Village sendiri adalah daerah yang telah dipugar dan ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir untuk menarik pariwisata.
Jalan di Gamcheon Culture Village cukup curam, tajam, dan banyak tangga. Karena area ini merupakan area tempat tinggal, maka pengunjung diharapkan menjaga ketenangan dan memperhatikan petunjuk yang ada, jangan asal masuk rumah orang ya! Puas foto-foto di Gamcheon Village, kami lanjut ke area BIFF Square.
BIFF Square ini seperti Myeongdong-nya Busan, banyak toko-toko perawatan wajah dan fashion ada di sini. Ohya di dalam BIFF Square juga ada Busan Tower, meski tidak besar seperti N Seoul Tower, boleh lah dikunjungi.
BIFF Square ini seperti Myeongdong-nya Busan, banyak toko-toko perawatan wajah dan fashion ada di sini. Ohya di dalam BIFF Square juga ada Busan Tower, meski tidak besar seperti N Seoul Tower, boleh lah dikunjungi.
Menghabiskan waktu di Busan memang tidak cukup satu hari saja. Setelah mengunjungi tiga tempat itu saya sudah kehabisan tenaga HAHA.. dan kehabisan waktu karena kembali ke Seoul jam 7 malam. Mungkin saya harus menyiapkan waktu lebih untuk ke Busan di kunjungan berikutnya.
Sekian cerita dari Busan kali ini. Yang mau tanya-tanya seputar perjalanan saya di Korea, silahkan tulis di kolom komentar ya! Sampai jumpa di cerita berikutnya...
Akhirnya, menginjakkan kaki juga di Korea Selatan! Impian yang sudah sekian tahun terpendam terwujud juga. Saya dan teman saya, berdua, bersama-sama mengeksplorasi Korea Selatan. Tidak hanya Seoul, tapi kami juga ke Busan, Jeonju, dan provinsi lainnya.
Bagi yang first-timer seperti kami, tentu banyak yang perlu dipikirkan. Mengingat Korea punya bahasa dan tulisan sendiri (non-latin), jadi memang perlu ada persiapan, apalagi kami tidak pakai jasa tur sama sekali. Ya, sebagai pecinta drama Korea dan K-Pop pasti sudah akrab dengan Hangul, tapi ya memang sebatas itu-itu aja sih saya, haha, jadi persiapan yang pertama belajar baca Hangul. Yang penting bisa baca deh, biar ga buta banget.
Jadi, selain belajar bahasa, apa saja yang perlu disiapkan sebelum berangkat?
TIKET
Kalau ini jelas lah ya, haha. Kami beli tiket waktu pameran travel sekitar bulan Februari lalu. Harga yang kami dapatkan cukup oke Rp 5.700.000/orang PP Surabaya-Incheon menggunakan penerbangan Singapore Airlines, kami dapat harga ini pas travel fair di Surabaya. Tips #1: sebelum ikut travel fair sebaiknya sudah mulai cari jadwal penerbangan yang paling nyaman dan yang ga rugi. Rugi dalam arti rugi hotel, sampai tujuan malam dan pulang pagi-hari - kalau dihitung ini buang hari. Dari pengalaman liburan Jepang yang lalu, tidur di pesawat adalah pilihan yang baik, mengingat ini lebih dari 2 jam perjalanan. Meski pesawat ada hiburannya hal ini bisa bikin lelah duluan, plus bosen juga terbangun segitu lama di pesawat.
Tips #2: kalau mau naik penerbangan sekelas Singapore Airlines/Cathay Pacific, ikut pas travel fair aja, jadwal terbang cukup oke dibandingkan dengan beli tiket murah di luar travel fair.
Jadwal terbang kami:
SUB-SG: 18.40-21.55; SG-ICN: 00.10-07.45
ICN-SG: 23:20-04:40; SG-SUB: 07:50-09:05
VISA
Pengurusan visa kami lakukan satu setengah bulan sebelum keberangkatan. Kami berangkat 4 Oktober 2018 dan mulai mengurus visa 20 Agustus 2018. Mengingat tidak ada duta besar Korea Selatan di Surabaya, otomatis harus mengurus di Jakarta. Dengan pertimbangan biaya kami memutuskan menggunakan jasa travel, cukup membayar Rp 850.000,- (sudah termasuk biaya visa Rp 540.000,-), lumayan kan daripada tiket PP Surabaya-Jakarta.
Visa kami urus melalui jasa perjalanan Vijaya Tour and Travel dengan Bapak Soman di +62812-3047-9023 (untuk area Surabaya)
Visa kami urus melalui jasa perjalanan Vijaya Tour and Travel dengan Bapak Soman di +62812-3047-9023 (untuk area Surabaya)
Silahkan baca blognya Ariev Rahman Panduan Lengkap Membuat Visa Korea Selatan. Meski saya menggunakan jasa travel, ga ada salahnya membaca blog ini. Supaya persiapan lebih mantap!
CASH
Sebelum berangkat, saya memastikan saya udah bawa mata uang Korea (Won - South Korea Won). Sebenarnya sih pengen ala-ala travel blogger yang ga bawa duit tapi langsung tarik tunai di sana, tapi karena ngga ada pengalaman sama sekali maka sebaiknya saya bawa aja deh.ITINERARY
Wah kalau ini sudah saya siapkan sejak tiket selesai dibeli haha. Karena pergi berdua, destinasi juga harus dibicarakan bersama-sama, maunya ke mana. Ya karena ini pertama kalinya kami ke Korea, sudah pasti tujuan yang mau didatangi buanyaaak, plus juga jangan lupa cek-cek ada acara/festival apa pas kalian ke tujuan ya! Bisa dibilang ini adalah jadwal perjalanan yang cukup ambisius, kami ingin menjelajah hampir semua pelosok Seoul. Jadi saya juga cukup rajin buka-buka web Visit Korea (EN) atau Visit Korea (ID), bisa cek variasi tempat yang kalian mau kunjungi.
Untuk tempat makan saya percayakan pada Anakjajan SEOUL - di blog anak jajan bisa ditemukan banyak informasi tentang perjalanan mereka ke Korea, termasuk tips perjalanan dan destinasi wisata.
Persoalan bahasa di Korea Selatan, bagi saya yang bahasa Korea-nya pas-pasan sih, sejauh ini ngga ada masalah. Minimal kalo diajak ngomong ngerti mereka mau bilang apa, meski kalo ga ngerti ya langsung tanya aja. Soalnya mereka kalo diajak ngomong atau dijawab dengan bahasa Korea akan berlanjut dengan ngomong bahasa Korea haha. Tapi lumayan loh jadi belajar langsung ngomong sama orang sana, saya beberapa kali ngobrol saat pesan makan atau ngantri tiket.
Kalau ada yang mau ke Korea dan tanya-tanya silahkan ya tulis di kolom komentar. Atau ada topik lain yang mau dibahas melanjutkan tulisan ini?
Untuk tempat makan saya percayakan pada Anakjajan SEOUL - di blog anak jajan bisa ditemukan banyak informasi tentang perjalanan mereka ke Korea, termasuk tips perjalanan dan destinasi wisata.
HARI 1: HONGDAE
Begitu tiba di Seoul, kami langsung cek cuaca hari itu dan.. HUJAN saudara-saudara! Karena pas terbang dari Singapore - Incheon kami sempat ada turbulence karena Taifun Taiwan, jadi imbasnya cuaca di Korea jadi ikut turun. Sesuai dengan rencana perjalanan, hari itu kami berencana mengeksplor Hongdae. Kami punya waktu 4 jam di Hongdae, menyesuaikan waktu sewa penyimpanan bagasi kami.
Setelah mengambil bagasi dan masuk AIRBNB, kami baru keluar lagi malam hari untuk makan malam, dan kembali ke area Hongdae. By the way, Hongdae ini singkatan Hongik Dae Hakyu alias Hongik University. Vibe university memang terasa, banyak anak-anak muda jalan-jalan, juga banyak toko-toko.
HARI 2: EWHA, SEOUL INTERNATIONAL FIREWORKS FESTIVAL
Hari kedua di Seoul masih hujan. Perkiraan cuaca menyebutkan hujan akan turun sampai jam1 siang. Itinerary hari pertama dan kedua pun harus menyesuaikan. Harusnya kami ke Ewha hari pertama, tergeser di hari kedua. Ewha Women Univesity, univesitas kedua yang kami kunjungi, dan BAGUS BANGET bangunannya! Ewha ini juga jadi salah satu filming location Goblin.




Setelah dari Ewha, kami masih punya waktu menjelang festival kembang api sore nanti. Dan kebetulan ada satu tempat yang belum kami temukan, yaitu terowongan filming location Goblin, yang mereka abis belanja daun bawang itu. Jadi kami lanjutkan dengan mencari tunnel itu. Sesuai dengan perkiraan cuaca, hujan sudah berhenti tepat sebelum jam 1 siang.

Sore dan malam hari kami habiskan di Yeouido Hangang Park untuk menyaksikan Seoul International Fireworks Festival. Di acara ini, warga Seoul tumplek blek untuk piknik menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, dan pasangan.
HARI 3: MYEONGDONG, NAMSAN (N SEOUL TOWER)
Setelah Misa Minggu dan sarapan di Gimgane, saya pergi ke Namsan dulu.. Jadi Namsan atau Gunung Nam (san = gunung) ini letaknya ya di tengah kota gitu. Saya dan teman saya, tentu tidak melakukan pendakian, tapi perjalanan menuju titik awal cable car sudah cukup menguras tenaga karena semakin menanjak. Sampai di loket pembelian tiket, antrian tidak terlalu panjang, untuk satu putaran biayanya ₩9500, jadi ngga perlu susah-susah mendaki (kalau memang tidak niat mendaki).
Setelah turun dari Namsan/N Seoul Tower, saatnya berbelanja di Myeongdong! Wah surga sekali nih buat cewek-cewek, segala macam merek perawatan wajah dan rias wajah ada di sini, lalu menjelang sore jajanan jalanan mulai muncul untuk berjualan.
Sore menjelang malam kami habiskan di daerah Dongdaemun Design Plaza dan Cheonggyecheon Stream.
Sore menjelang malam kami habiskan di daerah Dongdaemun Design Plaza dan Cheonggyecheon Stream.
HARI 4: BUSAN
Hari keempat memasuki minggu di mana kami akan keluar kota Seoul tiga kali! Perjalanan pertama adalah ke Busan. Kami menggunakan Korail Pass untuk perjalanan ke Busan dan Jeonju (pulang pergi Seoul). Perjalanan ke Busan memakan waktu hampir 3 jam. Ngga kerasa sih karena kami tidur di jalan haha.
Rute di Busan kali ini: Haeundae Beach, karena letaknya paling jauh, hampir 1 jam dari Busan, lalu lanjut ke Gamcheon Cultural Village, dan ditutup dengan mengitari BIFF Square.
HARI 5: GANGNAM
HAPPY HANGUL DAY! Secara kami di Korea, maka setiap hari adalah pelajaran mendengar, membaca, dan berbicara dalam bahasa Korea. Hari itu 9 Oktober diperingati sebagai hari lahir huruf Hangul / abjadnya tulisan Korea. Karena hari itu adalah hari libur tempat tujuan kami cukup banyak diisi turis lokal yang sekedar menghabiskan waktu. Kami berkunjung ke Seoul Olympic Park, Lotte Mall, Apgeujong (K-Star Road), dan Common Ground.
HARI 6: JEONJU
Memasuki hari keenam di Korea. Hari itu sesuai jadwal tujuan kota berikutnya adalah Jeonju. Jeonju ini dikenal dengan slow city. Memang tidak hingar bingar seperti Seoul, bahkan tidak ada MRT/Subway/Metro di sini, hanya ada bus atau ya jalan kaki. Di Jeonju, kami menyewa hanbok, dicegat di pinggir jalan gitu, yah namanya juga usaha, karena harganya masuk akal, ya kami sewa aja. Cuma sayang mereka ngerjainnya buru-buru karena harus cari pelanggan lagi. Ohya, di Jeonju yang wajib coba adalah bibimbap, alias nasi campurnya Korea. Cari saja di sekitar Hanok Village, ada banyak pilihan.
HARI 7: BUKCHON HANOK, CHEONG WA DAE, INSADONG
Mengunjungi desa Hanok (Hanok Village) di Seoul, lebih tepatnya di Bukchon. Hanok sendiri adalah rumah tradisional Korea. Bisa dilihat dari desain luarnya yang khas. Nah desa Hanok ini mungkin lebih tepat disebut kumpulan rumah Hanok ya, karena ya ngga desa-desa amat sebenarnya. Kami hanya mengunjungi satu daerah saja dan foto-foto di depan rumah Hanok. Ohya, Hanok Village ini sebenarnya masih dihuni oleh warga, jadi lebih baik menjaga kesunyian area.
Rute selanjutnya adalah Cheong Wa Dae Tour atau Tur Rumah Presiden Korea Selatan. Tur ini sangat random karena saya sendiri bukan ngikutin politik, cuma karena saya lagi kesengsem sama Presiden Moon Jae In dan pas iseng liat website Kepresidenan Korea Selatan ada tur ini, saya ajak deh teman saya. Cheong Wa Dae tur mengajak kami berkeliling area luar rumah atau tempat kerja Presiden, ada taman, tempat pertemuan dengan delegasi luar negeri, dan tentu saja ikon Blue House.
Selesai dari tur dan makan siang, kami melanjutkan untuk berkeliling di Gyeongbukgung Palace. Istana ini besarrr banget! Bisa nyasar deh tuh. Ada danaunya, ada banyak bagian-bagian istana yang rumahnya mirip-mirip haha.. Karena cuaca semakin dingin dan angin semakin tidak bersahabat akhirnya kami memutuskan untuk cari cafe untuk menghangatkan diri, sore itu kami berkunjung ke Miss Lee Cafe. Nah ternyata di dekat Miss Lee inilah area Insadong, jadi setelah makan kami berkeliling sebentar sebelum pulang.
HARI 8: GAPYEONG
Selanjutnya adalah tempat wisata wajib yaitu Pulau Nami. Pulau Nami terletak di Gapyeong. Nah di Gapyeong ini ada juga Petite France dan The Garden of Morning Calm. Jadi ketiga tempat ini adalah tujuan wajib turis. Ketiga tempat ini bisa dikunjungi dalam satu hari asal kita selalu perhatikan jadwal shuttle bus.
HARI 9: HANEUL PARK, IHWA, MYEONGDONG
Mendekati hari kepulangan, kami mengunjungi area-area yang ngga sempat kami datangi di hari-hari sebelumnya. Kunjungan pertama ke Haneul Park. Jadi ke Korea ini kami banyakan ke taman, maklum di Surabaya meski ada taman, panas dan ukurannya cukup kecil, varian tanaman juga ngga ada. Tapi begitu di Korea, taman mereka besar banget dan penduduk sana cukup menikmati waktu mereka kumpul-kumpul di taman.
Selanjutnya kami ke area Ihwa. Di sini ada Ihwa Mural Village, di mana tembok-tembok rumah penduduk diluksi mural-mural, jadi lucu gitu deh areanya. Kayanya semua tempat di Korea adalah spot foto yang bagus!
Sorenya kami kembali ke Myeongdong. Kami (saya) mengunjungi FNC WOW Cafe yang letaknya di gedung Boots lantai 4. Jadi ini cafe punya agensi hiburan FNC yang jadi tempat bernaung band kesukaan saya, CNBLUE. Malam itu kami tutup dengan makan BBQ biar sah!
HARI 10: INCHEON
Hari terakhir kami ke Incheon, bisa dibilang kota yang cukup besar seperti Seoul. Cuma menurut saya ngga ada apa-apanya yang spesial sih, menurut saya lho. Kami cuma mengunjungi beberapa tempat syuting film, dan sisanya kami acak aja mengunjungi area-area yang disebutkan di panduan wisata.
Persoalan bahasa di Korea Selatan, bagi saya yang bahasa Korea-nya pas-pasan sih, sejauh ini ngga ada masalah. Minimal kalo diajak ngomong ngerti mereka mau bilang apa, meski kalo ga ngerti ya langsung tanya aja. Soalnya mereka kalo diajak ngomong atau dijawab dengan bahasa Korea akan berlanjut dengan ngomong bahasa Korea haha. Tapi lumayan loh jadi belajar langsung ngomong sama orang sana, saya beberapa kali ngobrol saat pesan makan atau ngantri tiket.
Kalau ada yang mau ke Korea dan tanya-tanya silahkan ya tulis di kolom komentar. Atau ada topik lain yang mau dibahas melanjutkan tulisan ini?

